Jumat, 31 Juli 2026

Panen Raya Padi di Karo, Wagub Surya Pastikan Keberpihakan Pemerintah kepada Petani

Edi Saputra - Rabu, 21 Januari 2026 12:19 WIB
Panen Raya Padi di Karo, Wagub Surya Pastikan Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
PANEN: Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya bersama Bupati Karo Antonius Ginting panen raya padi, model penguatan ketahan pangan melalui pemulihan irigasi di Desa Lau Mulgap, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo.(Diskominfo Sumut)

KARO | Imagonews ~ Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya memastikan keberpihakan pemerintah kepada petani melalui penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah. Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri panen raya padi di Desa Lau Mulgap, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo, Selasa 20 Januari 2026.

"Melalui momentum panen raya ini, saya ingin menegaskan bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan petani berjalan sendiri. Kita akan terus memperkuat infrastruktur pertanian, terutama irigasi meningkatkan kualitas jaringan air, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong penerapan teknologi pertanian modern," ujar Wagub Surya.

Surya menyampaikan, Kabupaten Karo memiliki peran strategis dalam peta pangan Sumut. Panen raya ini juga memberikan dampak ekonomi kepada para petani.

Baca Juga:
"Desa Lau Mulgap dihuni sekitar 1.200 jiwa. Padi menjadi motor utama ekonomi desa. Menggerakkan ekonomi lokal dan menjaga daya beli masyarakat. Panen menciptakan pendapatan bagi puluhan keluarga petani, serta menggerakkan ekonomi lokal dan menjaga daya beli masyarakat," ucapnya.

Meski dikenal sebagai sentra hortikultura, Menurut Surya, Karo juga berkontribusi sebagai daerah penghasil padi. Hal ini menunjukkan pembangunan pertanian di Sumut berjalan terintegrasi dan saling menguatkan antarwilayah.

Berdasarkan data, produksi padi di Kabupaten Karo pada Desember 2025 diperkirakan mencapai 1.133 ton gabah kering giling (GKG). Sementara total produksi padi sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 126.864 ton GKG, dengan nilai perputaran ekonomi sekitar Rp824 miliar.

Menurutnya, capaian tersebut sejalan dengan berbagai bantuan yang telah disalurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut kepada Kabupaten Karo selama tahun 2025. Bantuan tersebut meliputi benih padi seluas 500 hektare, benih jagung 550 hektare, pestisida 750 liter, pupuk NPK 15 ton, benih cabai merah 14 hektare, serta benih bawang merah 5 hektare.

Baca Juga:
Selain itu, Pemprov Sumut juga menyalurkan alat dan mesin pertanian berupa 6 unit corn sheller mobile, 5 unit solar dryer dome, 5 unit gudang pascapanen, 4.000 unit perangkap lalat buah, 4 unit handtraktor, dan 9 unit cultivator.

"Mari kita jadikan panen raya ini sebagai penguat optimisme dan semangat bersama, bahwa dengan kebijakan yang tepat, infrastruktur yang kuat, dan keberpihakan yang jelas kepada petani, Sumatera Utara mampu berdiri tegak sebagai provinsi yang tangguh dalam ketahanan pangan," katanya.

Sementara itu, Bupati Karo Antonius Ginting mengatakan panen raya tersebut merupakan wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Karo terhadap program swasembada pangan Presiden Republik Indonesia, yang menempatkan pangan sebagai urusan strategis menyangkut kedaulatan bangsa, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan rakyat.

"Oleh karena itu, melalui momentum ini, kami ingin menyampaikan bahwa Kabupaten Karo siap menjadi bagian penting dari gerakan besar nasional, meningkatkan produksi, memperluas tanam, memperkuat irigasi, mendorong modernisasi pertanian, serta menjaga keberlanjutan produksi pangan," sebutnya.

Baca Juga:
Ia juga menjelaskan, wilayah Paya Lah Lah merupakan lahan rawa yang berada di Kecamatan Mardingding dan Lau Baleng, serta telah lama menjadi salah satu sentra pangan strategis Kabupaten Karo.

Luas daerah irigasi rawa Paya Lah Lah tercatat sekitar 3.300 hektare. Pada tahun 2025, lahan yang difokuskan seluas 1.500 hektare yang mencakup tujuh desa, yakni Batu Rongkam, Buluh Pancur, Rambah Tampu, Lau Solu, Lau Mulgap, Tanjung Pamah, dan Mbal-mbal Petarum. Dengan produktivitas padi sawah sekitar 6,66 ton per hektare, produksi padi sawah di kawasan Paya Lah Lah diperkirakan mencapai sekitar 43.956 ton dalam dua musim tanam.

"Ketika pemerintah hadir, program pusat dan daerah bersinergi, dan petani bekerja dengan semangat, maka hasilnya adalah panen, kesejahteraan, dan ketahanan pangan," pungkasnya.

Baca Juga:

Editor
: Agus Supratman
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Ketua PW Alwasliyah Sumut Berharap Pengurus Sako Pramuka Alwashliyah dapat medorong Percepatan Gugus Depan di Sekolah Alwasliyah Sumut
AKBP (Purn.) H. Zainal Abidin, SH, MH Resmi Dilantik Menjadi Ketua SAKO Pramuka Alwasliyah Sumut Masa Bakti 2025 - 2030
Dr. H. Dedi Iskandar Batubara Resmi Dilantik Menjadi Ketua Majelis Pembimbing SAKO Pramuka Alwasliyah Sumut
Resmi Dilantik Ketua Kwarda Sumut, SAKO Pramuka Alwashliyah Siapkan Anggota Sako Berkarakter
Wagub Surya Pastikan Pembangunan Bronjong Jalan Miga-Lolowua Tepat Waktu
Manfaatkan Promo PRSU 2026, Ratusan Pengunjung Stand KAI Nikmati Diskon Tiket Kereta Hingga 20 Persen
 
Komentar