Rabu, 02 September 2026

Guru Vs Realita: Dedikasi Tinggi, Penghasilan Masih Rendah

Agus Supratman - Sabtu, 02 Mei 2026 17:29 WIB
Guru Vs Realita: Dedikasi Tinggi, Penghasilan Masih Rendah
Yulhasni, dosen Pendidikan Bahasa Indonesia di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU)

MEDAN I Imagonews - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2026, persoalan kesejahteraan guru kembali menjadi sorotan. Di tengah tuntutan profesionalisme dan tanggung jawab besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, banyak guru di Indonesia masih menghadapi kenyataan pahit berupa penghasilan yang belum memadai.

Yulhasni, dosen Pendidikan Bahasa Indonesia di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), menilai kondisi ini sebagai ironi yang terus berulang setiap tahun tanpa solusi yang signifikan.

"Guru dituntut untuk profesional, inovatif, dan berdedikasi tinggi. Namun di sisi lain, masih banyak guru—terutama honorer—yang menerima penghasilan jauh dari kata layak. Ini adalah realita yang tidak bisa kita abaikan," ujarnya.

Baca Juga:
Ia juga menyoroti adanya ketimpangan yang mencolok jika dibandingkan dengan profesi lain, termasuk petugas dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dalam beberapa kasus memiliki tingkat penghasilan lebih tinggi.

"Ini bukan soal membandingkan secara sempit, tetapi tentang rasa keadilan. Ketika profesi yang menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia justru belum mendapatkan kesejahteraan yang layak, maka ada yang perlu dievaluasi secara serius dalam kebijakan kita," tambahnya.

Menurut Yulhasni, peningkatan kualitas pendidikan tidak akan berjalan optimal jika kesejahteraan guru terus diabaikan. Ia menekankan bahwa kebijakan pendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada kurikulum dan program-program baru, tetapi juga menyentuh aspek mendasar yakni kesejahteraan tenaga pendidik.

Gubsu dan jajaran Dinas Pendidikan Sumut foto bersama usai Kegiatan Hardiknas 2026.

Baca Juga:
Pada momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 ini, ia mengajak pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan kesejahteraan guru sebagai prioritas utama dalam pembangunan pendidikan nasional.

"Jika kita ingin pendidikan maju, maka guru harus sejahtera terlebih dahulu. Tanpa itu, semua visi besar pendidikan hanya akan menjadi retorika," tutupnya.

Baca Juga:

Editor
: Edi Saputra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Buka RAKERWIL GPA Sumut, Ketua Umum Tekankan Akselerasi Lintas Sektor Internal dan Hubungan dengan Pemerintah
Evaluasi Tertib Administrasi PKK, Sumberejo Masuk Enam Besar Sumut
1.560 Perempuan Terlayani Mobil IVA Test, Inovasi Deli Serdang Dievaluasi PKK Sumut
Meningkatkan Penguatan dan Perlindungan Pekerja FSP KEP SPSI Sumut Gelar Rapat Konsolidasi
Dojo Al Farizi Karate Team Terus Berlatih, Konsisten Tingkatkan Kualitas Atlet
Perjuangkan Tambahan TKD untuk Daerah Terdampak Bencana, Gubsu Minta Kepastian Acuan Anggaran 2027
 
Komentar