Jumat, 08 Mei 2026

Guru Vs Realita: Dedikasi Tinggi, Penghasilan Masih Rendah

Agus Supratman - Sabtu, 02 Mei 2026 17:29 WIB
Guru Vs Realita: Dedikasi Tinggi, Penghasilan Masih Rendah
Yulhasni, dosen Pendidikan Bahasa Indonesia di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU)

MEDAN I Imagonews - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2026, persoalan kesejahteraan guru kembali menjadi sorotan. Di tengah tuntutan profesionalisme dan tanggung jawab besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, banyak guru di Indonesia masih menghadapi kenyataan pahit berupa penghasilan yang belum memadai.

Yulhasni, dosen Pendidikan Bahasa Indonesia di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), menilai kondisi ini sebagai ironi yang terus berulang setiap tahun tanpa solusi yang signifikan.

"Guru dituntut untuk profesional, inovatif, dan berdedikasi tinggi. Namun di sisi lain, masih banyak guru—terutama honorer—yang menerima penghasilan jauh dari kata layak. Ini adalah realita yang tidak bisa kita abaikan," ujarnya.

Baca Juga:
Ia juga menyoroti adanya ketimpangan yang mencolok jika dibandingkan dengan profesi lain, termasuk petugas dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dalam beberapa kasus memiliki tingkat penghasilan lebih tinggi.

"Ini bukan soal membandingkan secara sempit, tetapi tentang rasa keadilan. Ketika profesi yang menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia justru belum mendapatkan kesejahteraan yang layak, maka ada yang perlu dievaluasi secara serius dalam kebijakan kita," tambahnya.

Menurut Yulhasni, peningkatan kualitas pendidikan tidak akan berjalan optimal jika kesejahteraan guru terus diabaikan. Ia menekankan bahwa kebijakan pendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada kurikulum dan program-program baru, tetapi juga menyentuh aspek mendasar yakni kesejahteraan tenaga pendidik.

Gubsu dan jajaran Dinas Pendidikan Sumut foto bersama usai Kegiatan Hardiknas 2026.

Baca Juga:
Pada momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 ini, ia mengajak pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan kesejahteraan guru sebagai prioritas utama dalam pembangunan pendidikan nasional.

"Jika kita ingin pendidikan maju, maka guru harus sejahtera terlebih dahulu. Tanpa itu, semua visi besar pendidikan hanya akan menjadi retorika," tutupnya.

Baca Juga:

Editor
: Edi Saputra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Bertemu Buruh, DPW PKS Sumatera Utara Siap Berkolaborasi Mewujudkan Undang Undang Ketenagakerjaan yang Berkeadilan
MPW PKS Sumut Lantik 24 Anggota Dewan Pakar dan 7 Anggota Dewan Penasihat
Profil Muhibuddin Kajati Sumut, Putra asal Peudada, Bireun, Aceh
Sumut Miliki Perguruan Tinggi Berpredikat Unggul Terbanyak di Luar Pulau Jawa, Kalahkan Yogyakarta dan Bali
Ketua DPW PKS Sumut Andi Pranata ajak Kader untuk Terus Profesional Melayani Masyarakat
Hari Jadi ke-78 Sumut Usung “Satu Kolaborasi, Sejuta Energi”, Dorong Sinergi Percepatan Pembangunan
 
Komentar