Rabu, 02 September 2026

KAI Perkuat Peran Stasiun Belawan sebagai Gerbang Logistik Sumatera Utara

Agus Supratman - Senin, 31 Agustus 2026 18:44 WIB
KAI Perkuat Peran Stasiun Belawan sebagai Gerbang Logistik Sumatera Utara
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memperkuat peran Stasiun Belawan sebagai gerbang logistik strategis yang terintegrasi langsung dengan kawasan pelabuhan di Sumatera Utara.(Foto: Humas KAI Divre I Sumatera Utara)

MEDAN | Imagonews ~ PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memperkuat peran Stasiun Belawan sebagai gerbang logistik strategis yang terintegrasi langsung dengan kawasan pelabuhan di Sumatera Utara.

Komitmen tersebut mengemuka saat KAI Divre I Sumut mendampingi kunjungan kerja Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) ke Stasiun Belawan, Senin (31/8/2026).

Kunjungan yang dipimpin Asisten Deputi Konektivitas Darat dan Perkeretaapian Kemenko Infra, Hermin Esti Setyowati, dilakukan untuk meninjau potensi serta kesiapan sarana-prasarana perkeretaapian sebagai tulang punggung logistik daerah.

Baca Juga:
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menegaskan Stasiun Belawan memegang posisi vital dalam menjamin kelancaran arus barang, distribusi komoditas, hingga penanganan petikemas yang terhubung dengan aktivitas kepelabuhanan.

"Stasiun Belawan memiliki posisi strategis dalam mendukung pergerakan logistik. Keberadaan layanan angkutan barang melalui kereta api menjadi bagian penting dari konektivitas distribusi komoditas dan petikemas di Sumatera Utara," ujar Anwar di Medan, Senin.

Berdasarkan data KAI Divre I Sumut, hingga Agustus 2026, angkutan barang melintasi Stasiun Belawan mencatatkan volume bongkaran hingga 27.460 ton crude palm oil (CPO) dan 537 ton lateks dari berbagai pabrik perkebunan menuju pelabuhan.

Sementara itu, untuk angkutan peti kemas tercatat melayani sebanyak 18.636 twenty-foot equivalent unit (TEUs), dengan rincian 12.773 TEUs untuk muat dan 5.863 TEUs bongkar. Khusus untuk volume muat peti kemas, terjadi lonjakan signifikan hingga 83 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 6.974 TEUs.

Baca Juga:
"Distribusi peti kemas yang diangkut dari Stasiun Belawan menyuplai simpul-simpul ekonomi daerah, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, turut menjaga kelancaran rantai pasok dan stabilitas harga kebutuhan masyarakat di Sumatera Utara," ungkap Anwar.

Selain menjadi simpul logistik, Stasiun Belawan juga memiliki nilai historis dalam layanan angkutan penumpang sebagai pemadu moda transportasi laut menuju pusat Kota Medan. Kereta api penumpang terakhir yang beroperasi di lintas tersebut adalah KA Srilelawangsa relasi Medan–Belawan, sebelum dihentikan operasionalnya pada 2010 akibat penurunan volume peminat.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memperkuat peran Stasiun Belawan sebagai gerbang logistik strategis yang terintegrasi langsung dengan kawasan pelabuhan di Sumatera Utara.(Foto: Humas KAI Divre I Sumatera Utara)
Terkait hal tersebut, KAI siap mendukung dilakukannya peninjauan dan kajian komprehensif bersama pemangku kepentingan untuk melihat potensi reaktivasi maupun pengembangan angkutan penumpang di masa mendatang.

"Pengembangan layanan perkeretaapian tentu membutuhkan kajian menyeluruh dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, pola perjalanan, kesiapan prasarana, serta aspek operasional. KAI siap mendukung koordinasi dan kajian teknis untuk mengoptimalkan potensi konektivitas serta memperkuat peran Stasiun Belawan sebagai pusat integrasi logistik maupun angkutan penumpang di Sumatera Utara," tutup Anwar.

Baca Juga:

Editor
: Edi Saputra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Stasiun Padang Halaban, Simpul Ekonomi yang Bertahan Selama Sembilan Dekade
Rencana Perjalanan Berubah? Ini Cara Mudah Batalkan Tiket Kereta Api Lewat Ponsel
KAI Sumut Layani Lebih dari 21 Ribu Tiket Reduksi Lansia
Kereta Api Menghubungkan Keluarga di Sumatera Utara
Komitmen KAI Sumut Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penggunaan 3.131 Bantalan Sintetis
Stasiun Rampah, Saksi 120 Tahun Perubahan Mobilitas Serdang Bedagai
 
Komentar