Selasa, 08 September 2026

Karhutla Mempawah Membara, Inalum Kerahkan Tim Pemadam Bersertifikat

Agus Supratman - Selasa, 08 September 2026 13:51 WIB
Karhutla Mempawah Membara, Inalum Kerahkan Tim Pemadam Bersertifikat
Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, Direktur Utama BAI Darwin Saleh Siregar serta gabungan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Timah Tbk, PT Freeport Indonesia, dan PT Vale Indonesia, Tim bergabung pemerintah daerah, BNPB/BPBD, TNI, Polri saat melihat langsung lokasi kebakaran.(Foto: Istimewa)

BATUBARA | Imagonews ~ Grup PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) mengerahkan 60 personil pemadam kebakaran bersertifikat untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Kebakaran di wilayah tersebut mendapat perhatian serius karena sejumlah titik berada di lahan gambut yang membuat api sulit dikendalikan dan berpotensi kembali menyala.

Pengerahan personil dilakukan Jumat (4/9/2026) atas koordinasi langsung Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin.

Baca Juga:

Puluhan personil tersebut merupakan gabungan dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Timah Tbk, PT Freeport Indonesia, dan PT Vale Indonesia.

Tim bergabung dengan pemerintah daerah, BNPB/BPBD, TNI, Polri, pemadam kebakaran, relawan, serta masyarakat yang sejak 24 Agustus 2026 melakukan pemadaman dan pengendalian titik api.

Kondisi lahan gambut menjadi tantangan utama. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi dapat merambat dan bertahan di bawah tanah. Karena itu, pemadaman tidak cukup dilakukan dengan memadamkan kobaran yang terlihat.

Maroef mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan lintas pihak, terutama karena dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Baca Juga:

Tim harus melakukan penyisiran dan pendinginan berulang untuk memastikan api tidak kembali muncul.

"Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan masyarakat. Kehadiran relawan Grup MIND ID upaya bersama untuk mempercepat pengendalian titik api sekaligus membantu mengurangi risiko kesehatan dan gangguan terhadap aktivitas masyarakat,"kata Maroef saat meninjau wilayah terdampak di Mempawah.

Dukungan tidak berhenti pada pengerahan personil. Inalum dan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) juga memperkuat operasi lapangan dengan perlengkapan pemadaman, peralatan keselamatan, dukungan medis, fasilitas kesehatan darurat, serta alat pelindung diri bagi relawan dan masyarakat terdampak.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo turut menambah satu unit mobil pemadam kebakaran untuk memperkuat kemampuan pemadaman di lapangan.

Inalum dan BAI memiliki kepentingan langsung terhadap kondisi wilayah Mempawah. BAI merupakan perusahaan patungan Inalum dan ANTAM yang mengoperasikan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) beserta fasilitas pendukungnya di kawasan tersebut.

Direktur Utama Inalum Melati Sarnita mengatakan keterlibatan perusahaan dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan sekaligus upaya menjaga keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

"Keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat di sekitarnya. Ketika terdapat situasi darurat seperti karhutla, kami berupaya bergerak bersama seluruh pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan untuk membantu penanganannya,"ujar Melati, Senin (7/9/2026) diterima Sumut24.co .

Menurut dia, kolaborasi menjadi faktor untuk mempercepat respons di lapangan, khususnya dalam menghadapi kebakaran gambut yang membutuhkan penanganan berulang dan pemantauan berkelanjutan.

Direktur Utama BAI Darwin Saleh Siregar menyebut, karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman jauh lebih kompleks dibandingkan kebakaran di lahan biasa.

"Api pada lahan gambut dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan meskipun kobaran di atas tanah telah padam. Kondisi ini membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih panjang, ketersediaan sumber air yang memadai, serta penyisiran dan pendinginan berulang untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul,"jelas Darwin.

Grup MIND ID terus mendukung penanganan karhutla bersama pemerintah, aparat, relawan, dan masyarakat.

Selain pemadaman, upaya diarahkan pada pencegahan meluasnya titik api serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla berikutnya.

Editor
: Edi Saputra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Damkarmat Kota Medan Bahu-Membahu Bersihkan Aceh Tamiang Pascabanjir
Sebuah Mobil Agya Ludes Terbakar di Jalan Tol Belmera
 
Komentar