Selasa, 21 April 2026
Misi Kemanusiaan Sebulan Penuh

Damkarmat Kota Medan Bahu-Membahu Bersihkan Aceh Tamiang Pascabanjir

Agus Supratman - Minggu, 04 Januari 2026 22:21 WIB
Damkarmat Kota Medan Bahu-Membahu Bersihkan Aceh Tamiang Pascabanjir
BANTUAN: Dinas Damkarmat Medan menurunkan dua unit mobil pemadam jenis fire truck yakni PK 48 dan PK 49, serta armada truk pendukung berkapasitas 5.000 liter per unit yang digunakan untuk pembersihan lumpur di area pemukiman dan jalan protokol serta memberi air bersih pada warga.(Foto: Dinas Kominfo Medan)

ACEH TAMIANG | Imagonews ~ Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Damkarmat) Kota Medan jalankan misi kemanusiaan di Kabupaten Aceh Tamiang pascabanjir besar yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Selama hampir satu bulan penuh, puluhan personel korps baju biru ini berjibaku membersihkan sisa-sisa material banjir yang melumpuhkan sejumlah fasilitas umum.

Terhitung sejak tanggal 7 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, personel Damkarmat Kota Medan masih setia berada di lapangan. Mereka mengemban misi khusus memastikan denyut nadi pemerintahan dan sosial di Aceh Tamiang kembali normal dengan melakukan pembersihan secara intensif.

Plt Kepala Dinas Damkarmat kota Medan, Wandro Abadi Agnellus Malau saat di konfirmasi, Jumat (2/1/2026) mengatakan, pembersihan yang telah dilakukan personel Damkarmat Medan mencakup area perkantoran, rumah ibadah hingga permukiman penduduk.

Baca Juga:
"Petugas kita membersihkan sejumlah fasilitas umum seperti kantor Bupati, kantor Dinas hingga Kantor Kecamatan. lalu juga membersihkan rumah ibadah, sekolah dan permukiman warga di Desa Kota Lintang Bawah yang menjadi salah satu titik terdampak banjir cukup parah,"k ata Wandro Malau.

Guna memastikan pekerjaan berjalan efektif, Damkarmat Kota Medan mengirimkan puluhan personel secara berkala. Untuk gelombang 1 & 2 telah dikirim sebanyak 52 orang. Sedangkan gelombang 3 sebanyak 14 orang.

Tidak hanya mengirimkan personel saja, armada tempur Damkarmat juga dikerahkan untuk memudahkan pembersihan, diantaranya 1 unit Fire Truck kapasitas 10.000 liter, 1 unit Fire Truck kapasitas 5.000 liter, 1 unit Fire Rescue, 1 unit Fire Jeep Commando dan 1 unit mobil angkut personel.

Meski mengirimkan kekuatan yang signifikan, namun Wandro Malau memastikan, operasional pemadaman api di Kota Medan tetap dalam kondisi siaga penuh.

Baca Juga:
"Kami memastikan bahwa pengiriman bantuan ini tidak akan mengganggu kinerja Damkarmat dalam menangani kebakaran di Kota Medan. Strategi penempatan armada sudah kami perhitungkan dengan matang, sehingga jika terjadi kebakaran besar sekalipun di Medan, kami tetap siap sedia memadamkannya," tegas Wandro Malau.

Wamendagri Apresiasi

Langkah cepat dan responsif Wali Kota Medan Rico Waas, dalam mengirimkan bantuan personel serta armada alat berat untuk membantu penanganan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Pusat.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, secara khusus menyampaikan rasa terima kasihnya saat meninjau langsung proses pemulihan di lokasi terdampak.

Baca Juga:
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Bima Arya menyaksikan langsung dedikasi para petugas dari Pemerintah Kota Medan yang sedang bekerja membersihkan sisa-sisa material banjir.

"Pak Wali Kota Medan, kami mengucapkan terima kasih. Ini tenaganya luar biasa, bantuannya sangat-sangat memudahkan, totalitas semua," ujar Bima Arya saat berdialog dengan para personel di lokasi.

Wamendagri juga memuji semangat juang para petugas yang menyatakan kesiapannya untuk tetap berada di garda terdepan hingga misi kemanusiaan ini tuntas.

Kekuatan armada yang dikirimkan Pemko Medan dinilai sangat krusial dalam mempercepat normalisasi fasilitas publik.

Baca Juga:
Bantuan yang dikerahkan merupakan kolaborasi antara dua instansi teknis, yakni Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) serta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan.

Berdasarkan data, Dinas Damkarmat Medan menurunkan dua unit mobil pemadam jenis fire truck yakni PK 48 dan PK 49, serta armada truk pendukung berkapasitas 5.000 liter per unit yang digunakan untuk pembersihan lumpur di area pemukiman dan jalan protokol.

Sementara itu, untuk menangani kerusakan infrastruktur dan tumpukan material berat, Dinas SDABMBK mengerahkan kekuatan penuh berupa satu unit motor grader, dua unit backhoe loader, empat unit dump truck, serta tiga unit trado untuk mobilisasi alat.

Kehadiran alat berat dan personel ahli ini menjadi bukti nyata komitmen Wali Kota Medan dalam semangat kolaborasi antar-daerah di Sumatera. Diharapkan dengan sinergi ini, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang dapat segera pulih kembali.(Agus S)

Baca Juga:

Editor
: Edi Saputra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idulfitri 1447 H, Ajak ASN “Tancap Gas” Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
Kunjungi Masjid Baiturrahman, Wali Kota Medan Ajak Generasi Muda Jadikan Masjid Sebagai Benteng Menghalau Bahaya Gadget dan Narkoba
Pemko Medan Tata Lokasi Penjualan dan Pengelolaan Daging 'Babi'
Malam Penuh Berkah di Bulan Ramadan, Rico Waas Perkuat Ukhuwah Lewat Tarawih Bersama Warga Medan Selayang
PUD Pembangunan Kota Medan Defisit Rp289 Juta per Bulan dan Harus Bayar Tunggakan Hak Pegawai
Pengaktifan 1.160 Poskamling dan Sinergi dengan Kepolisian: Setahun Rico Waas, Angka Kriminalitas di Medan Turun
 
Komentar