MEDAN | Imagonews ~ Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah di Sumatera Utara porak poranda dihantam terkena bencana alam banjir, banjir bandang, dan tanah longsor pada Senin (24/11/2025). Bencana besar yang tak pernah terbayangkan. Menyimpan cerita duka, kekhawatiran dan ketakutan warga. Namun Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution baru bisa terbang ke lokasi bencana terparah di Sumut pada Jumat (28/11/2025)
Akses darat menuju Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah hingga kini masih terputus akibat banjir bandang dan longsor. Niat untuk memastikan bantuan tetap masuk, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution terbang langsung menggunakan pesawat Hercules membawa logistik dan obat-obatan ke wilayah yang terisolir tersebut, Jumat (28/11/2025).Pesawat Hercules yang ditumpangi Bobby menuju Bandara Pinangsori, Tapteng, yang sudah beberapa hari tidak beroperasi karena bencana. Bandara itu rencananya kembali diaktifkan, dengan prioritas penyediaan bahan bakar untuk genset dan kebutuhan operasional lain. Setibanya di sana, rombongan juga akan mencoba menembus sejumlah titik yang hingga kini belum dapat dijangkau.
Baca Juga:"Masih terisolir (Tapteng dan Sibolga), makanya kita coba nanti sampai dan kita coba tembus sore ini," ujar Bobby sebelum keberangkatan dari Lanud Soewondo Medan.
Bobby menyebut pihaknya terus berupaya membuka akses darat. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor dan memperbaiki jalur yang rusak.
"Masih ada longsoran. Jalur putus ini ada yang karena tertutup material, ada yang memang putus karena jalan amblas," kata Bobby.Adapun logistik yang dibawa meliputi paket sembako, beras, air mineral, makanan ringan, pakaian, handuk, minyak goreng, sabun, mi instan, ikan sarden kaleng, dan berbagai kebutuhan harian lainnya.
Baca Juga:Selain bantuan logistik, Bobby juga membawa tim penyedia layanan komunikasi untuk memperbaiki jaringan di wilayah terdampak. Dalam tahap awal akan digunakan Starlink sebagai solusi komunikasi sementara, sebelum jaringan permanen diperbaiki secara menyeluruh.(Edi Saputra)