Jumat, 08 Mei 2026

Percepat Distribusi ke Pelabuhan, KAI Sumut Angkut 9.855 Ton CPO di April 2026

Agus Supratman - Selasa, 05 Mei 2026 13:46 WIB
Percepat Distribusi ke Pelabuhan, KAI Sumut Angkut 9.855 Ton CPO di April 2026
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatatkan performa gemilang pada sektor angkutan logistik, khususnya komoditas Crude Palm Oil (CPO).(Foto: Humas KAI Divre I Sumatera Utara)

MEDAN, Imagonews - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatatkan performa gemilang pada sektor angkutan logistik, khususnya komoditas Crude Palm Oil (CPO). Selama periode April 2026, volume distribusi CPO melalui jalur kereta api mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Data menunjukkan pada April 2026, KAI Divre I Sumatera Utara telah mendistribusikan sebanyak 9.855 ton CPO. Angka ini meningkat sebesar 766 persen dibandingkan capaian April 2025 yang sebesar 1.137 ton. Secara bulanan, volume April 2026 juga naik 38 persen dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebanyak 7.125 ton.

Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan, capaian ini mempertegas peran strategis kereta api dalam rantai pasok industri sawit di Sumatera Utara.

Baca Juga:

"Sumatera Utara merupakan salah satu produsen kelapa sawit terbesar di Indonesia dengan sejarah panjang sejak sebelum kemerdekaan. Perlu diketahui bahwa angkutan CPO dengan moda transportasi kereta api saat ini hanya tersedia di wilayah Sumatera Utara," ujar Anwar.

Secara kumulatif, selama periode Januari hingga April 2026, KAI Divre I Sumatera Utara telah mendistribusikan total 32.423 ton CPO. Angka ini tumbuh 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 25.265 ton.

Anwar menambahkan, kehadiran layanan kereta api sangat vital dalam mempercepat distribusi dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) menuju gerbang ekspor dan pusat industri.

"Kehadiran kereta api mempermudah distribusi CPO dari PKS menuju pelabuhan seperti Belawan dan Kuala Tanjung untuk memenuhi permintaan pasar di luar Sumatera Utara. Selain itu, angkutan CPO juga dikirim menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, yang menjadi pusat industri hilir berbasis sawit," tambahnya.

Baca Juga:

Selain untuk kebutuhan industri turunan, CPO juga berperan sebagai bahan baku utama biodiesel. Pemanfaatan biodiesel sebagai campuran solar mampu menghasilkan emisi gas buang yang lebih rendah dan ramah lingkungan.

KAI Divre I Sumatera Utara telah mengimplementasikan penggunaan energi tersebut pada perangkat diesel operasionalnya. Saat ini, seluruh lokomotif dan mesin pembangkit di wilayah Divre I Sumut telah menggunakan bahan bakar B40, yaitu campuran 40 persen bahan bakar nabati.

"Saat ini bahkan sedang dilakukan uji coba penggunaan bahan bakar B50 untuk lokomotif. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta mendukung program transisi energi nasional," jelas Anwar.

KAI Divre I Sumatera Utara terus berkomitmen menghadirkan layanan angkutan logistik yang andal dan berkelanjutan.

Baca Juga:

"KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus mendukung kelancaran distribusi logistik, khususnya CPO, sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional serta pendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Utara. Dengan distribusi yang efisien, kami berharap daya saing produk lokal di pasar global semakin meningkat," pungkas Anwar.

Baca Juga:
Editor
: Edi Saputra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Perjalanan Terukur, Moda Kereta Api Dukung Stabilitas Stok BBM di Sumatera Utara
Libur Panjang Hari Buruh, Penjualan Tiket KA di Sumut Tembus 22 Ribu Lebih
KAI Divre I Sumut dan SPKA Sosialisasikan Keselamatan Perlintasan di Medan
Menengok Balik Layar Keselamatan KAI Sumut: Rahasia Keandalan Sarana di Depo Kereta Pulubrayan
Dukung Smart Mobility, Konektivitas Kereta Api di Sumut Terus Terintegrasi
Peringati Hari Kartini, KAI Divre I Sumut Hadirkan Nuansa Adat dan Layanan Ramah Perempuan
 
Komentar