Sabtu, 06 Juni 2026

Gempa 6,4 Magnitudo Guncang Sinabang-Aceh, Tidak Berpotensi Tsunami

Agus Supratman - Selasa, 03 Maret 2026 13:14 WIB
Gempa 6,4 Magnitudo Guncang Sinabang-Aceh, Tidak Berpotensi Tsunami
(Sumber: BMKG)

SIMEULUE | Imagonews ~ Gempa bumi berkekuatan 6,4 Magnitudo mengguncang wilayah Sinabang, Kabiupaten Simeulue, Aceh, pada Selasa (03/03/2026) pukul 11:56:45 WIB.

"Gempa tidak berpotensi tsunami," terang BMKG seperti dikutip Imagonews dari laman resmi www.bmkg.go.id .

BMKG melaporkan Episenter atau pusat gempa berada di Lepas Pantai Barat Sumatera Utara. Terjadi di Lintang: 1.93 LU, Bujur: 96.48 BT di kedalaman: 13 Kilometer.

Lokasinya: 61 km Tenggara SINABANG-ACEH, 112 km BaratLaut NIASUTARA-SUMUT,147 km BaratLaut GUNUNGSITOLI-SUMUT, 305 km BaratDaya MEDAN-SUMUT,1.459 km BaratLaut JAKARTA-INDONESIA. Getaran kuat dirasakan di berbagai daerah di Aceh hingga Sumatera Utara.

Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Rahmat Triyono, S.T., Dipl.Seis., M.Sc dalam siaran persnya menjelaskan,dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia menunjam ke Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Aceh Singkil, Aceh Barat Daya, Nagan Raya dan Simeulue, dengan skala intensitas IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ), daerah Nias dan Pinangsori dengan skala intensitas III-IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ), daerah Aceh Selatan, Meulaboh Blang Pidie, Nias Utara, Medan, Tarutung, Aek Godang dan Subulussalam dengan skala intensitas III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ), daerah Gunungsitoli, Aceh Tengah, Aceh Jaya dan Gayo Lues dengan skala intensitas II-III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ) dan daerah Bener Meriah, Banda Aceh dan Aceh Besar dengan skala intensitas II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 12.18 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya (1) satu aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 3.2.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.

Berdasarkan data awal BMKG, gempa memiliki magnitudo 6,4 dengan kedalaman relatif dangkal, yakni 13 kilometer. Gempa dangkal umumnya terasa lebih kuat di permukaan, terutama di wilayah yang dekat dengan pusat gempa.

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa hasil analisis menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Artinya, masyarakat di wilayah pesisir Aceh dan sekitarnya tidak perlu melakukan evakuasi terkait ancaman gelombang laut besar. Kepastian ini penting mengingat Aceh memiliki sejarah panjang bencana gempa dan tsunami, sehingga setiap informasi mengenai potensi tsunami selalu menjadi perhatian utama warga.

Titik Lokasi Gempa Secara geografis, pusat gempa menunjukkan pusat gempa berada di wilayah laut. Letak episenter dan hasil analisis mekanisme gempa menjadi dasar BMKG dalam menyatakan tidak adanya potensi tsunami. Evaluasi dilakukan melalui pemodelan cepat serta pengamatan parameter gempa secara real time.

BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

"Hingga saat ini terdapat laporan kerusakan ringan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya.

Editor
: Edi Saputra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
 
Komentar