SIBOLGA | Imagonews ~Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) melalui program hibah Kemdiktisaintek melakukan kegiatan pendampingan psikososial fase tanggap darurat penanganan pasca bencana di Kota Sibolga dan sekitarnya.
Ketua Tim Pendampingan Psikososial FK UISU Meri Susanti, S. Psi, M. Psi, Psikolog menjelaskan, pendampingan dilakukan di Kelurahan Aek Manis, Kelurahan Aek Parombunan Kecamatan Sibolga Selatan Kota Sibolga. Desa Lopian Kecamatan Badiri Kabupaten Tapanuli Tengah. Desa Garoga Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan.Baca Juga:
Menurut Meri Susanti, kegiatan Tim difokuskan pada: Asesmen awal, koordinasi lintas sektor, Psychological First-Aid (PFA), berupa pendampingan Psikososial dan Trauma Healing, layanan mobile clinic, community resilience dan penyaluran bantuan logistik.
Tim beranggotakan Dr. dr. Ira Aini Dania, M. Ked (KJ), Sp. KJ, dr. Aulia Novasyra M. Kes., beserta mahasiswa, serta tenaga kependidikan FK UISU. Ruang lingkup wilayah kerja yang dijangkau adalah kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan yang menjadi wilayah terdampak terparah bencana.

Baca Juga:
Meri Susanti menambahkan, koordinasi telah dilakukan dengan Pemerintahan Kota Sibolga dalam hal ini Walikota Sibolga, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ketua komisi VIII DPR RI, Dinas Kesehatan Kota Sibolga, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Baca Juga:"Setelah melakukan koordinasi bersama pihak pemerintah dan berbagai temuan kasus, kegiatan yang awalnya berfokus ke kota Sibolga di perluas ke berbagai daerah terdampak di sekitar kota Sibolga seperti kab. Tapteng dan kab. Tapsel.
Tim Pendampingan Psikososial FK UISU, mendapati beberapa temuan menarik terkait trauma dan rasa kehilangan secara mendalam pada kelompok usia rentan. Terutama warga yang menyaksikan secara langsung bencana alam yang begitu besar berdampak secara fisik, psikis, dan kehidupan sosial pada masyarakat. Kehilangan anggota keluarga, harta benda memberikan luka secara mendalam. Sehingga dengan adanya penemuan kasus traumatik secara unik di masyarakat pasca bencana diharapkan mendapat perhatian dan dukungan sepenuhnya dari pihak terkait dan hal ini telah kami koordinasikan dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil asesmen awal, tim PKM FK UISU memberikan pendampingan intervensi khusus secara individual pada kasus permasalahan mental tingkat sedang ke parah. Kemudian kami melakukan follow-up sebagai evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan.
Koordinasi di lapangan pada saat melakukan skrining dan penemuan kasus psikologis dan mental health bekerja sama dengan tim dari Puskesmas Aek Habil, Pustu Aek Manis, dan Puskesmas Aek Parombunan. Beberapa kasus dijumpai berupa, grief, reaksi stres akut, simtom ansietas dan depresi, dan PTSD.
Baca Juga:
"Namun ada kasus menarik yang bisa kita angkat menjadi pembelajaran bersama, bahwa salah satu faktor keberhasilan penyintas juga dipengaruhi oleh nilai-nilai spiritual yang yang dianut sehingga mempercepat proses pemulihan dan penerimaan," ujar Ketua Tim Pendampingan Psikososial FK UISU.
Tim Pendampingan Psikososial FK UISU juga melakukan kegiatan mobile clinic di lokasi terdampak, kasus terbanyak yang dijumpai berupa infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), diare, dan penyakit kulit yang menyerang kelompok usia rentan.

Baca Juga:
Di kesempatan yang sama Ira Aini Dania menambahkan perlu nya melakukan monitoring dan evaluasi serta pengobatan berkelanjutan bagi mereka yang sebelum nya telah memiliki masalah gangguan mental diperparah dengan kondisi bencana yang telah terjadi sehingga ada beberapa yang mengalami kekambuhan. Kebutuhan mendesak bagi warga Desa Lopian, Kab. Tapteng adalah perlu dibentuk posko bantuan di beberapa titik di wilayah Kec. Badiri dalam penyaluran bantuan sembako, pakaian, dan makanan siap saji. Untuk saat ini bantuan disalurkan hanya di Desa Lopian. Karena desa Lopian sebagai tempat lalu lintas penyaluran bantuan menuju Desa Garoga, Kec. Batang Toru kab. Tapsel. Saat ini hanya ada satu posko bantuan di Desa Kebun Pisang, lokasinya lebih masuk ke dalam sehingga tidak semua warga terdampak dapat mengakses.
"Secara umum penanggulangan bencana difase tanggap darurat dalam program pendampingan psikososial sudah berjalan dan terkoordinir oleh pihak terkait, diperlukan monitoring dan evaluasi terkait dengan kasus psikologis dan mental health secara berkelanjutan," tambah Ketua Tim Pendampingan Psikososial FK UISU.(Edi Saputra)
Baca Juga: