Minggu, 19 April 2026

Dandim 0103/Aceh Utara Tegaskan, Chaos Dipicu Provokasi

Agus Supratman - Jumat, 26 Desember 2025 19:25 WIB
Dandim 0103/Aceh Utara Tegaskan, Chaos Dipicu Provokasi
MEDIASI: Kesepakan mediasi kericuhan antara kelompok massa dengan personel TNI-Polri berlangsung damai, Desa Manee Tunong, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (26/12/2025).(Foto: Istimewa)

ACEH UTARA | Imagonews ~ Petugas gabungan TNI-Polri menggelar sweping pencegahan Bendera Bulan Bintang, di Jalan Lintas Banda-Aceh Medan, Desa Manee Tunong, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (25/12/2025) malam.

Dandim 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin menjelaskan, chaos terjadi gesekan setelah adanya provokasi. Sejumlah massa mendorong keras petugas gabungan TNI Polri sambil meneriaki perlawanan.

"Kericuhan ulah dari provokasi sejumlah massa mendorong petugas gabungan TNI Polri sambil meneriaki lawan-lawan. Sehingga personel pun melakukan perlawan terhadap massa yang mau anarkis. Terjadilah saling baku hantam," terangnya.

Baca Juga:

Dandim Jamal menyebutkan, personel gabungan TNI-Polri melakukan razia, petugas menghentikan laju kendaraan konvoi dari arah Pidie menuju Aceh Utara. Razia ini dalam rangka pencegahan konvoi bendera bulan bintang dan simbol spartis yang dilakukan oleh Eks Kombatan GAM dan simpatisan.

"Sekitar pukul 20.53 WIB. personel Polres Lhokseumawe gabungan TNI melaksanakan razia atau sweping terhadap mobil rombongan konvoi sebanyak 11 Unit kendaraan roda 4 jenis campuran dan menghentikan dengan cara persuasif," ujarnya.

"Jadi kalua massa ini tidak arogan dan provokasi mungkin tidak terjadi kericuhan. Keadaan ya. Saya Dandim 0103/Aceh Utara bersama Kapolres Lhokseumawe juga ikut di dorong dan terkena pukulan oleh massa. Ya mau bagaimana lagi keadaan situasikan, namun cepat direda," ujarnya.

Baca Juga:

Dandim menerangkan, kejadian ini sdh di mediasi antara Korlap Aksi, Aizilul Nazrina beserta rombongan dengan Kapolres Kota Lhokseumawe dan Dandim 0103/Aut.

"Diperoleh kesepakatan bahwa pihak rombongan. Mereka juga sudah menyatakan bahwa kejadian ini adalah hanya selisih paham, dan sepakat berdamai dengan aparat gabungan, serta massa terkena pukulan akan ditanggung pihaknya sendiri. ini pinta dari pihak mereka sendiri," jelasnya.

Bahkan, sambung Dandim, sekitar pukul 01.15 WIb. Korlap Konvoe dari Pidie, yaitu tokoh Kontra, Aizilul Nazirna, telah membuat video Klarifilasi terkait permintaan maaf atas kesalah pahaman antara pihak massa Konvoe dangan pihak aparat saat razia di sepanjang jalan Medan-Banda Aceh, tutupnya.

Berikut kutipan klarifikasi korlav. "Saya selaku Koorlap Konvoi dari Kabupaten Pidie dan pihak kami mengakui ini ketedolan kita bersama dan kita anggap permasalahan ini selesai sampai disini dan yang bersangkutan para korban saat ini sudah dilakukan penanganan di pukesmas Kuta Blang Bireun.(Agus S)

Baca Juga:

Editor
: Edi Saputra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Harga Emas Melonjak Rp16.000, Rekor Tertinggi Bulan Ini
Bupati Deli Serdang: Bersatu dan Menyatukan Kekuatan di Tengah Perbedaan
Peringatan Isra' Mi'raj 1447 H, Pemko Medan Dorong Sinergi Nilai Keagamaan dan Pembangunan Inklusif
Danrem 011/Lilawangsa: Jangan Manfaatkan Bantuan untuk Ngibuli Masyarakat Korban Bencana di Aceh
Danrem 011/Lilawangsa Bubarkan Aksi Kibarkan Umbul Umbul dan Bendera GAM di Jalan Raya
Danrem Lilawangsa Bersama Ketua Persit Serahkan Bantuan ke Pengungsi Sawang
 
Komentar