LHOKSEUMAWE, ACEH | Imagonews ~Pimpinan TNI Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran dengan tegas melarang dan membubarkan sekelompok orang membawa dan mengibarkan umbul umbul dan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di jalan raya.
Selaku putra Aceh, Danrem Ali Imran bersama anggotanya mendatangi sekelompok orang yang sedang melakukan aksi di jalan nasional lintas Banda Aceh – Medan, tepatnya, Simpang Kandang, Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.Sambil memegang dan mengibarkan bendera GAM di sisi kanan jalan, Kelompok ini meneriakkan Merdeka. Terlihat kondisi arus lalu lintas sedikit macet, dan menganggu aktivitas pengguna jalan akibat terganggu aksi tersebut. Walaupun situasi sempat tegang, namun aksi tersebut berhasil dibubarkan.
Baca Juga:Dibawa kendali pimpinan Perwira TNI Kopassus Anak Aceh itu, spanduk maupun kain umbul-umbul dan bendera GAM diamankan. Aksi sekelompok porang tersebut tak lama berhasil reda dan membubarkan diri.
Cara luar biasa dalam pembubaran aksi oleh TNI. Pasukan TNI yang dipimpin Danrem putra Aceh itu tidak melakukan dengan kekerasan berdarah. Melainkan dengan cara pengendalian massa aksi. Ditengah pembubaran aksi, TNI berhasil mengamankan seorang pria dari kelompok tersebut membawa tas yang ternyata berisikan sebuah senjata tajam dan senjata api pistol.
Sebelum diamankan, seorang pria pemilik senjata mematikan itu, diduga sebagai provokator. Dia sempat menggiring anarkis kelompok tersebut dengan menerikan untuk melawan. Namun saat didekati prajurit TNI untuk menghentikan, pria tersebut berusaha menghindar kabur. Namun, pria tersebut diamankan personel TNI.Saat diperiksa tas yang dikalungkan di dadanya, terdapat satu pucuk senjata api jenis pistol, dan senjata tajam pisau rencong. Pelaku beserta barang bukti senjata berbahaya itu langsung diserahkan oleh TNI kepada pihak kepolisian yang saat itu turut hadir di lokasi.
Baca Juga:Setelah kejadian sekitar satu jam, situasi kembali normal. Arus lalu lintas kendaraan berjalan normal. Sejumlah warga prihatin dengan aksi pengibaran bendera GAM itu. Saat warga sedang berjuang tolong menolong pemulihan pasca bencana alam yang melanda Aceh.(Edi Saputra)