Sabtu, 01 Agustus 2026
Pulang Kampung ke Sumatra

Repatriasi Empat Orangutan Korban Perdagangan Ilegal dari Thailand

Agus Supratman - Kamis, 25 Desember 2025 00:33 WIB
Repatriasi Empat Orangutan Korban Perdagangan Ilegal dari Thailand
PULANG: Empat individu orangutan 3 individu (2 jantan & 1 betina) orangutan sumatera (Pongo abelii) dan 1 individu (betina) orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis) korban perdagangan illegal satwa liar yang berhasil digagalkan oleh pihak berwenang di Thailand pada bulan Januari dan Mei 2025, pulang kampung ke tanah air.(Foto: Humas BBKSDA Sumut)

MEDAN | Imagonews ~ Kementerian Kehutanan beserta Kedutaan Besar Republik Indonesia Bangkok, berhasil memulangkan empat individu orangutan dari Thailand. Pemerintah Thailand menyerahkan keempat orangutan secara resmi kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui KBRI pada tanggal 23 Desember 2025 di Bandara Internasional Suvarnabhumi, Bangkok.

Keempat individu orangutan tersebut merupakan korban perdagangan illegal satwa liar yang berhasil digagalkan oleh pihak berwenang di Thailand pada bulan Januari dan Mei 2025. Pada saat penyitaan, umur keempatnya diperkirakan masih kurang dari 1 bulan. Selanjutnya orangutan tersebut ditetapkan oleh Department of National Park, Wildlife and Plant Conservation (DNP) Thailand sebagai barang bukti penyelundupan satwa liar.

Selama menunggu proses hukum yang berlaku, keempat individu orangutan tersebut telah dirawat di Khao Pratubchang Wildlife Rescue Centre di Provinsi Ratchaburi, Thailand.

Baca Juga:
Berdasarkan hasil identifikasi fisik dan tes DNA, keempat orangutan tersebut terdiri dari 3 individu (2 jantan & 1 betina) orangutan sumatera (Pongo abelii) dan 1 individu (betina) orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis). Sesuai dengan usia, perilaku serta hasil pemeriksaan kesehatan, keempat orangutan masih menunjukkan harapan dapat menjalani proses rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Satwa sebelum dilepasliarkan sesuai dengan sebaran alami masing-masing orangutan.

Orangutan tersebut tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada hari Selasa, 23 Desember 2025 dengan menggunakan pesawat dengan nomor penerbangan GA-867 milik maskapai Garuda Indonesia Airlines disambut Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni.

Selanjutnya Keempat individu orang utan diberangkatkan dengan pesawat dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta pada Rabu, 24 Desember 2025 pukul 07.13 WIB dengan nomor penerbangan GA-182 milik GarudaIndonesia Airlines, dan tiba di Bandar Udara Internasional Kualanamu Medan pada pukul 09.50 WIB dilanjutkan perjalanan darat dan tiba di Pusat Rehabilitasi Sumatran Rescue Alliance (SRA), Besitang, Kabupaten Langkat untuk menjalani proses rehabilitasi sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat alamnya.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani, menyambut kedatangan orang utan di Bandara Kualanamu bersama jajaran bea cukai, balai besar karantina dan COP. Dalam pernyataannya Kababes KSDA Sumut menyampaikan terimakasih kepada para pihak yang sudah mendukung proses repatriasi orang utan dari Thailand ke Indonesia, serta menegaskan komitmen BBKSDA Sumut untuk bersama-sama dengan para pihak khususnya aparat penegak hukum mencegah terjadinya illegal trading satwa liar di masa yang akan datang.

Baca Juga:
Setibanya di Sumatran Rescue Alliance keempat individu orang utan dilakukan pengecekan Kesehatan di klinik yang tersedia dan dinyatakan sehat serta stabil kondisinya terlihat dari aktifitas satwa yang cukup aktif.

Selanjutnya akan dilakukan proses rehabilitasi dan dilakukan assessment baik dari sisi prilaku dan kesehatan sampai nantinya dinyatakan siap untuk dilepasliarkan ke habitat yang sesuai dengan jenisnya masing-masing.(Agus S)

Editor
: Edi Saputra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Karantina Sumatera Utara Kawal Repatriasi Empat Orang Utan dari Thailand
Raih Emas, Tim Canoe Indonesia Optimistis Tatap Asian Beach Games 2026 dan Asian Games 2026
Taekwondo Sumbang Medali Emas Pertama Buat Tim Indonesia di SEA Games Thailand 2025
Rendy Varera Raih Medali Pertama untuk Indonesia di SEA Games Thailand 2025
 
Komentar