Jumat, 31 Juli 2026

Masa Tanggap Darurat Bencana di Sumut Diperpanjang Hingga 2 Minggu ke Depan

Edi Saputra - Rabu, 10 Desember 2025 13:38 WIB
Masa Tanggap Darurat Bencana di Sumut Diperpanjang Hingga 2 Minggu ke Depan
PERPANJANGAN: Rapat Evaluasi Penanganan Bencana merekomendasikan perpanjangan masa Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Sumatera Utara (Sumut) selama dua minggu ke depan.(Foto: Diskominfo Sumut)

MEDAN | Imagonews ~ Hasil Rapat Evaluasi Penanganan Bencana merekomendasikan perpanjangan masa Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Sumatera Utara (Sumut) selama dua minggu ke depan. Rekomendasi tersebut disampaikan setelah laporan menunjukkan bahwa 18 kabupaten/kota masih belum berada dalam kondisi aman.

Ketua Harian Posko Darurat Bencana Sumut Basarin Yunus Tanjung menyampaikan, perpanjangan status ini diperlukan untuk menyempurnakan dan mempercepat tindakan tanggap darurat di daerah terdampak.

"Kita merekomendasikan untuk memperpanjang status darurat bencana di beberapa kabupaten selama dua minggu ke depan. Dari rapat evaluasi, masih ada 18 kabupaten/kota yang belum menyatakan daerahnya aman dari ancaman bencana ini," ujar Basarin Yunus Tanjung di Posko Darurat Bencana Sumut, Jalan AH Nasution Medan, Rabu (10/12/2025).

Baca Juga:
Basarin menjelaskan, beberapa wilayah masih memerlukan perhatian serius, termasuk Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Curah hujan yang masih tinggi, seperti di Desa Garoga, membuat langkah tanggap darurat tetap dibutuhkan.

Sejumlah daerah yang direkomendasikan perpanjangan status Tanggap Darurat Bencana antara lain Tapsel, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sibolga, dan Langkat. Selain perpanjangan masa darurat, rapat evaluasi juga membahas persiapan logistik untuk mengantisipasi prakiraan cuaca ekstrem.

"Kami mempersiapkan langkah distribusi logistik, baik dari posko di provinsi hingga kabupaten, untuk menghadapi prakiraan curah hujan yang cukup tinggi antara tanggal 8 hingga 15 Desember 2025," tambahnya.

Prioritas penanganan saat ini mencakup percepatan penanganan pengungsi serta pemulihan wilayah di area terdampak banjir dan longsor.

Baca Juga:
"Pemulihan fasilitas yang belum normal dan dibutuhkan langkah percepatan para pengungsi beserta pelayanan kesehatan dan juga pendidikan agar proses belajar dan mengajar dapat berjalan seperti semula," katanya.

Selain itu, pemulihan jaringan penting seperti listrik, air bersih, dan distribusi logistik terus diupayakan. Akses menuju beberapa desa terdampak juga masih terbatas karena hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki.(Edi Saputra)

Baca Juga:

Editor
: Agus Supratman
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Ketua PW Alwasliyah Sumut Berharap Pengurus Sako Pramuka Alwashliyah dapat medorong Percepatan Gugus Depan di Sekolah Alwasliyah Sumut
Dr. H. Dedi Iskandar Batubara Resmi Dilantik Menjadi Ketua Majelis Pembimbing SAKO Pramuka Alwasliyah Sumut
Resmi Dilantik Ketua Kwarda Sumut, SAKO Pramuka Alwashliyah Siapkan Anggota Sako Berkarakter
Manfaatkan Promo PRSU 2026, Ratusan Pengunjung Stand KAI Nikmati Diskon Tiket Kereta Hingga 20 Persen
PT PPSU Gandeng Kedutaan Besar Tiongkok, Hadirkan 200 Mesin Cuci Darah dan PLTS 300 MW di Sumut
Universitas Medan Area apresiasi Diskominfo Sumut pamerkan telepon genggam dan radio jadul buatan Jerman
 
Komentar