Senin, 20 April 2026

Susuri Sungai Batuan, Walikota Medan Temukan Penyempitan Pemicu Banjir

Agus Supratman - Rabu, 10 Desember 2025 12:36 WIB
Susuri Sungai Batuan, Walikota Medan Temukan Penyempitan Pemicu Banjir
SUSURI: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyusuri pinggiran Sungai Batuan yang dipenuhi pecahan keramik, sampah, dan semak belukar saat meninjau aliran sungai di Jalan Sumber Amal, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Selasa (9/12/2025). Dalam peninjauan itu, ia melihat langsung terjadinya penyempitan aliran sungai yang dinilai menjadi salah satu penyebab banjir di kawasan tersebut.(Foto: Diskominfo Medan)

MEDAN | Imagonews ~ Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyusuri pinggiran Sungai Batuan yang dipenuhi pecahan keramik, sampah, dan semak belukar saat meninjau aliran sungai di Jalan Sumber Amal, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Selasa (9/12/2025). Dalam peninjauan itu, ia melihat langsung terjadinya penyempitan aliran sungai yang dinilai menjadi salah satu penyebab banjir di kawasan tersebut.

"Dulu lebar sungai ini 6,5 meter, lalu menyempit menjadi 4,5 meter, dan kini tinggal sekitar 2,5 meter. Ini akan kita lebarkan kembali minimal 4,5 meter," ujarnya usai melakukan pemeriksaan di lokasi.

Rico Waas menekankan agat perbaiikan segera dilakukan untuk mencegah banjir akibat luapan air sungai. "Saya tidak mau kawasan ini banjir lagi," ucapnya.

Baca Juga:

Peninjauan kemudian berlanjut ke kawasan Green Park STM Ujung di Jalan Inspeksi Kanal Medan Johor, wilayah yang berbatasan langsung dengan Medan Amplas. Di titik ini terdapat pintu air yang diduga mempersempit ruang aliran air menuju kanal.

"Kita minta rekan-rekan BWS mempelajari kembali apa persoalannya. Ada percabangan aliran antara yang menuju kanal dan yang mengarah ke Sungai Batuan. Kemungkinan ada sedimentasi atau jalur air yang mati setelah melewati talang. Ini harus diperiksa supaya kita tahu apa yang menyebabkan backwater hingga air kembali ke Harjosari II," jelasnya.

Rico Waas menegaskan, evaluasi sistem pembuangan air di seluruh kota harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak menunggu banjir terjadi. "Semua drainase dan pembuangan air harus dipelajari. Jangan sampai ada yang tersumbat atau mati. Kami minta BWS aktif mencari permasalahannya agar Pemko bisa segera melakukan perbaikan."

Ia juga mengingatkan adanya peringatan BMKG terkait potensi cuaca ekstrem pada 8–15 Desember. "Mudah-mudahan tidak terjadi, tetapi kita tetap harus bersiap terhadap kemungkinan hujan lebat dan genangan."

Baca Juga:

Saat ditanya mengenai tiga daerah aliran sungai yang paling krusial, Rico Waas menegaskan, seluruh sungai besar di Medan membutuhkan normalisasi. "Sungai Belawan, Sungai Deli, Sungai Badera, termasuk Sungai Kera di kawasan KIM, semuanya harus dibenahi. Setelah kejadian 27 November, fokus kerja kita tahun depan memang penanganan banjir dan mitigasi, termasuk penguatan BPBD."

Untuk langkah cepat, ia memastikan seluruh temuan lapangan langsung dikerjakan. "Ini menjadi evaluasi untuk penanganan banjir yang lebih baik. Mulai dari evakuasi, logistik makanan, kesehatan masyarakat, pembersihan lingkungan, hingga penyiapan peralatan dan pembentukan relawan."(Agus S)

Baca Juga:
Editor
: Edi Saputra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idulfitri 1447 H, Ajak ASN “Tancap Gas” Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
Kunjungi Masjid Baiturrahman, Wali Kota Medan Ajak Generasi Muda Jadikan Masjid Sebagai Benteng Menghalau Bahaya Gadget dan Narkoba
Malam Penuh Berkah di Bulan Ramadan, Rico Waas Perkuat Ukhuwah Lewat Tarawih Bersama Warga Medan Selayang
Pengaktifan 1.160 Poskamling dan Sinergi dengan Kepolisian: Setahun Rico Waas, Angka Kriminalitas di Medan Turun
Rico Waas Pimpin Apel Gabungan, Pastikan Medan Aman dan Pelayanan Publik Tidak Boleh Kendur Selama Ramadan 1447 H
Satu Tahun Rico-Zaki: Ekonomi Medan Menggeliat, Investasi Tembus 200 Persen dari Target
 
Komentar