Senin, 20 April 2026
Buka BIG Conference 2025

Ekonomi Sumut Tumbuh 4,55 %, Sebelum Bencana Banjir dan Longsor

Edi Saputra - Senin, 08 Desember 2025 15:18 WIB
Ekonomi Sumut Tumbuh 4,55 %, Sebelum Bencana Banjir dan Longsor
BIG CONFERENCE 2025: Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya membuka acara Big Conference 2025 dengan tagline Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Menciptakan Lapangan Kerja Baru di tengah Musibah Bencana Alam Melanda, di Ballroom Santika Dyandra Hotel Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan, Senin (8/12/2025).

MEDAN | Imagonews ~ Pada triwulan III tahun 2025, ekonomi Sumatera Utara tumbuh sebesar 4,55 %, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. PDRB mencapai Rp315,56 triliun.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya saat membuka Bisnis Indonesia Group (BIG) Conference 2025 di Hotel Santika, Medan, Senin (8/12/2025).

Menurut Surya, perekonomian Sumut terus menunjukkan kekuatan dan tren positif. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicatat sektor real estate sebesar 10,69%. Sementara dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa meningkat 9,05%. Sektor industri pengolahan masih menjadi penopang utama dengan kontribusi 18,64% terhadap PDRB dan pertumbuhan 4,11%. Menurut Surya, hal ini menegaskan bahwa hilirisasi adalah kunci masa depan ekonomi Sumut.

Baca Juga:

"Tidak hanya itu, kita mencatat surplus perdagangan US$5,17 miliar pada Januari–September 2025. Nilai ekspor mencapai US$9,29 miliar, sementara impor berada pada US$4,12 miliar. Tiga negara tujuan ekspor terbesar kita adalah Tiongkok, Amerika Serikat dan India dengan kontribusi 36,32% perdagangan Sumut," ungkap Surya.

Pertumbuhan ekonomi ini turut berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Tingkat pengangguran terbuka menurun dari 5,60% menjadi 5,32% pada Agustus 2025. Produktivitas tenaga kerja juga meningkat menjadi 81,90%, naik 2,13% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi investasi, capaian Sumut dinilai sangat menggembirakan. Hingga triwulan III tahun 2025, investasi tumbuh 10,51% atau mencapai Rp42,378 triliun, dengan penanaman modal asing (PMA) meningkat 36,46%.

"Sektor terbesar yang menarik investasi adalah industri kimia dan farmasi Rp2,55 triliun, disusul industri makanan Rp2,08 triliun, serta listrik, gas dan air Rp1,30 triliun. Singapura menjadi investor terbesar dengan 63,44%, diikuti Inggris dan Malaysia," jelas Surya.

Baca Juga:

Ia menegaskan, Sumut memiliki banyak potensi unggulan yang bisa menjadi kekuatan utama dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah. Pemerintah daerah, kata Surya, harus mampu beradaptasi dengan langkah strategis, inovatif, dan kolaboratif.

"Kita semua menyadari bahwa Sumut memiliki berbagai potensi unggulan yang dapat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi krisis. Kita memiliki sektor pertanian dan perkebunan yang kuat, industri pengolahan yang terus tumbuh, serta potensi pariwisata kelas dunia yang menjadi kebanggaan nasional. Tidak hanya itu, posisi strategis Sumatera Utara sebagai hub perdagangan dan logistik di wilayah barat Indonesia memberikan peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," katanya.(Edi Saputra)

Baca Juga:
Editor
: Agus Supratman
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Ketua DPW PKS Sumut Ingatkan Anggota DPRD untuk Meningkatkan Pelayanan Publik
Puncak Mudik KA Sumut Diprediksi Capai 11 Ribu Penumpang
Gubernur Sumut Lepas Pemudik Program Mudik Gratis dengan Kereta Api di Stasiun Medan
Wagub Sumut Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Daerah di Hadapan Menko Polkam
Gubernur Bobby Nasution Lantik 308 Pejabat Pemprov Sumut, Ingatkan Jangan Ada Pungli
Masuki “Era of Ultimate Excellence”, USU Menatap Panggung Global
 
Komentar