Minggu, 25 Oktober 2026

Dua Remaja Perempuan Hanyut di Sungai Tadukan Raga Akhirnya Ditemukan Tim SAR

Agus Supratman - Sabtu, 24 Oktober 2026 20:15 WIB
Dua Remaja Perempuan Hanyut di Sungai Tadukan Raga Akhirnya Ditemukan Tim SAR
Tim SAR Gabungan menemukan dua remaja perempuan yang dilaporkan hanyut di Sungai Tadukan Raga, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada pelaksanaan Operasi SAR hari ketiga (H3), Sabtu (24/10/2026).(Foto: Humas SAR Medan)

DELI SERDANG | Imagonews ~Tim SAR Gabungan menemukan dua remaja perempuan yang dilaporkan hanyut di Sungai Tadukan Raga, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada pelaksanaan Operasi SAR hari ketiga (H3), Sabtu (24/10/2026).

Korban pertama bernama Afril (17), warga Dusun V Desa Tadukan Raga, ditemukan pada pukul 03.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia (MD). Korban ditemukan di sekitar aliran sungai, berjarak kurang lebih 1 kilometer dari lokasi kejadian (LKP).

Sementara itu, korban kedua bernama Febi (15), warga Dusun II Desa Tadukan Raga, ditemukan pada pukul 05.55 WIB dalam kondisi meninggal dunia (MD).

Baca Juga:
Korban ditemukan dalam posisi mengapung di pinggir sungai, sekitar 7 kilometer ke arah utara timur laut dari lokasi kejadian (LKP).

Setelah ditemukan, kedua korban dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.

Berdasarkan informasi yang diterima, pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, Afril dan Febi bersama empat orang temannya sedang mandi di Sungai Tadukan Raga, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang.

Saat itu, kedua korban bersama seorang temannya mencoba menyeberangi sungai. Namun, kedua korban hanyut terseret arus, sedangkan seorang teman mereka berhasil mencapai tepian sungai.

Warga setempat kemudian melakukan pencarian awal, tetapi kedua korban belum berhasil ditemukan. Selanjutnya, Kepala Dusun Tungkusan, Bapak Warto, menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan untuk meminta bantuan pencarian dan pertolongan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan mengerahkan 6 personel Tim Rescue beserta peralatan SAR menuju lokasi kejadian pada Kamis (22/10/2026).

Tim kemudian berkoordinasi dengan Polsek STM Hilir, BPBD Deli Serdang, dan pemerintah setempat, dilanjutkan dengan briefing bersama potensi SAR yang terlibat.

Dalam pelaksanaan pencarian, Tim SAR Gabungan membagi unsur pencarian menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melaksanakan pencarian di sekitar LKP menggunakan Aqua Eye serta penyisiran permukaan air menggunakan perahu LCR hingga kurang lebih 1 kilometer ke arah hilir sungai.

Sementara itu, SRU 2 melaksanakan pencarian melalui penyisiran darat dari LKP sejauh kurang lebih 1 kilometer ke arah hilir sungai.

Pada hari ketiga pencarian, Sabtu (24/10/2026), sekitar pukul 03.00 WIB, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari masyarakat yang berprofesi sebagai penambang pasir mengenai penemuan jasad di sekitar aliran sungai.

Tim segera bergerak menuju lokasi tersebut dan pada pukul 03.30 WIB berhasil menemukan korban pertama, Afril, dalam kondisi meninggal dunia, sekitar satu kilometer dari LKP.

Tim SAR Gabungan selanjutnya melanjutkan pencarian terhadap satu korban lainnya yang masih dalam pencarian. Pada pukul 05.55 WIB, korban kedua, Febi, berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di tepi sungai, sekitar 7 kilometer ke arah utara timur laut dari LKP.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika selaku Search Mission Coordinator (SMC) atas persetujuan Search Coordinator (SC) menyampaikan bahwa pelaksanaan pencarian dilakukan melalui koordinasi dan kerja sama seluruh unsur SAR yang terlibat.

"Tim SAR Gabungan telah melaksanakan upaya pencarian secara terkoordinasi sejak laporan kejadian diterima. Pencarian dilakukan melalui berbagai metode dan dengan dukungan peralatan SAR hingga kedua korban berhasil ditemukan pada hari ketiga operasi," kata Hery.

Lebih lanjut, Hery menjelaskan, korban berhasil ditemukan pada pukul 08.20 WIB dalam kondisi meninggal dunia (MD) dan selanjutnya dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, TNI/Polri, BPBD, pemerintah setempat, masyarakat, serta keluarga korban yang telah membantu dan mendukung pelaksanaan operasi pencarian hingga korban berhasil ditemukan."

Hery juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai maupun perairan lainnya. Masyarakat diharapkan memperhatikan kondisi arus dan kedalaman sungai serta tidak memaksakan diri menyeberangi sungai apabila kondisi tidak aman.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar mengawasi anak-anak saat bermain atau mandi di sungai dan tidak membiarkan mereka beraktivitas di perairan tanpa pendampingan orang dewasa. Apabila terjadi kondisi yang membahayakan keselamatan jiwa, segera hubungi layanan darurat 115 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas SAR."

Dalam pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan menggunakan sejumlah peralatan SAR, antara lain Rescue Car Double Cabin, perahu LCR, perahu rafting, drone thermal, peralatan water rescue, Aqua Eye, peralatan komunikasi, alat pelindung diri (APD) personal, lampu penerangan (headlamp), serta kantong mayat.

Dengan ditemukannya kedua korban dan selesainya proses evakuasi, Operasi SAR H.3 kondisi membahayakan manusia (KMM) dua orang yang hanyut di Sungai Tadukan Raga diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat selanjutnya kembali ke satuan masing-masing.

Editor
: Edi Saputra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Dua Pekerja Tertimbun Longsoran di Area PT Gahapi Ditemukan Tim SAR Gabungan
 
Komentar