Rabu, 02 September 2026

5 Guru dan 11 Siswa SMKN 1 Sibande – Pakpak Bharat Alergi Keracunan MBG

Diduga Lauk Ikan Nila Sambal Jadi Penyebabnya
Agus Supratman - Minggu, 23 Agustus 2026 07:02 WIB
5 Guru dan 11 Siswa SMKN 1 Sibande – Pakpak Bharat Alergi Keracunan MBG
Sebanyak 5 Guru dan 11 siswa SMK Negeri 1 Sibande, Kecamatan Kec. Sitellu Tali Urang Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, mengalami gejala keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pada Rabu (19/8/2026). Diduga ikan nila sambal menjadi penyebab keracunan dan alergi.(Foto: surat )

PAKPAK BHARAT | Imagonews ~ Sebanyak 5 Guru dan 11 siswa SMK Negeri 1 Sibande, Kecamatan Kec. Sitellu Tali Urang Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, mengalami gejala keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pada Rabu (19/8/2026). Diduga ikan nila sambal menjadi penyebab keracunan dan alergi.

Dengan proporsi dari 11 siswa ada siswa berobat jalan sebanyak 3 orang (18,75 %), Observasi 13 orang (81,25 %).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV, Zulkarnain Barus kepada media membenarkan soal adanya peristiwa keracunan di SMKN 1 Sibande, Kecamatan Kec. Sitellu Tali Urang Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.

Baca Juga:
"Informasi awal yang kami terima dari sekolah ada 2 guru dan 2 siswa ternyata totalnya ada 16 orang guru dan siswa," ujar Zulkarnain Barus pada Jumat (21/8/2026) lewat sambungan telepon kepada wartawan.

Zulkarnain menambahkan, semua guru dan siswa sudah ditangani dan diberi pengobatan serta perawatan sehingga sudah dapat kembali ke rumah masing-masing.

Informasi yang diperoleh Zulkarnain dugaanya keracunan atau alergi adalah lauk ikan nila sambal. "Heran juga kita ya, kok bisa ikan nila, kan biasanya ikan nila ini tahan dan jarang ya," kata Zulkarnain.

Menurut Zulkarnain, keracunan tidak terjadi di sekolah lain. Karena setelah adanya informasi keracunan di SMK Negeri 1 Sibande, maka paket MBG yang dikirim ke SMA Negeri Sigunung di Jalan Kuta Onan Desa Kaban Tengah, Kecamatan, Sitelutali Urang Jehe. tidak dimakan. Sehingga keracunan tidak terjadi di sekolah lain.

Baca Juga:
Dinas Kesehatan Kabupaten Pakpak Bharat mengungkap, petugas surveilans Dinkes Kab. Pakpak Bharat menindaklanjuti laporan dugaan alergi makanan terkait program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 1 Sibande Kab. Pakpak Bharat.

Dinkes Pakpak Bharat yang turun ke lapangan pada Rabu (19/8/2026) memperoleh informasi menu MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sitellu Tali Urang Jehe berisi nasi putih, ikan nila goreng sambal, tumis buncis tambah wortel, tempe orak arik dan buah pisang.

Hasil tes sanitarian kit yang dilakukan petugas hasilnya : Boraks (hasil Neg(-)), Formalin (Hasil Neg(-)).

Dinkes Pakpak Bharat menjelaskan pertama kali yang melapor dari Puskesmas Sibande. Siswa dan guru SMK 1 Sibande datang berobat ke IGD Puskesmas Sibande Pukul 11.45 WIB. Sekolah SMK 1 Sibande merupakan sekolah pengantaran kedua pada hari Rabu, tanggal 19 Agustus 2026 pukul 11.30 WIB. Setelah siswa makan MBG sebanyak 2 - 3 suap langsung muncul keluhan gatal, mual, pusing dan sakit perut serta lemas.

Baca Juga:
Berdasarkan laporan dari pihak sekolah pada hari Rabu, 19 Agustus 2026 sekitar pukul 12.00 mengenai adanya keluhan dari guru dan siswa setelah mengkomsumsi MBG. Setelah dilakukan pemeriksaan menu MBG oleh petugas kesehatan Puskesmas Sibande, ikan nila goreng sambal memang dalam kondisi tidak layak dikonsumsi atau berbau. Berdasarkan hal tersebut, kedua belah pihak menghentikan distribusi paket MBG ke siswa untuk pencegahan lebih lanjut.

Pada tanggal 19 Agustus 2026, ada 97 ompreng dibagikan ke SMKN 1 Sibande dan ada 8 siswa yang tidak mengkomsumsi. Dari 89 yang mengkomsumsi ada 5 guru dan 11 siswa/i yang mengalami gejala keracunan dengan proporsi berobat jalan sebanyak 3 orang (18,75 %), Observasi 13 orang (81,25 %). Dengan keluhan gatal, mual, pusing, sakit perut serta lemas dan muntah. Data per tanggal 19 Agustus 2026 pukul 16.20 WIB jumlah penderita yang masih dirawat sebanyak 13 orang di Puskesmas Sibande dan dinyatakan sembuh 3 orang.

Dinas Kesehatan Kabupaten Pakpak Bharat menjelaskan Hasil Penyelidikan Epidemiologi, berdasarkan hasil pengumpulan data didapatkan jumlah penderita yang teridentifikasi di fasilitas kesehatan berjumlah 16 orang dengan rincian di Puskesmas Sibande. Namun, ada pasien yang sudah sembuh dan pulang berobat jalan sebanyak 3 orang. Dari 89 orang yang makan, didapatkan data sebanyak 16 orang yang sakit dan 73 orang yang tidak sakit. Data ini kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan sebagai berikut:

Berdasarkan jenis kelamin terdiri dari perempuan 8 orang, dan laki-laki 8. Berdasarkan tanda dan gejala yang paling banyak dirasakan penderita adalah gatal di daerah mulut dan wajah serta mual. Berdasarkan tempat, ada satu lokasi sekolah dari 32 Sekolah yang menerima MBG yaitu SMKN 1 Sibande.

Baca Juga:
Berdasarkan kronologi kejadian dan informasi yang dikumpulkan, penderita mulai makan pada pukul 11.45 WIB tanggal 19 Agustus 2026 hingga 12.00 WIB, sedangkan penderita pertama mulai sakit pada tanggal 19 Agustus 2026 sekitar pukul 11.50 WIB.

Berdasarkan analisis epidemiologi dari jenis makanan yang dikonsumsi, didapatkan menu yang memiliki risiko signifikan menjadi penyebab alergi makanan diduga dari ikan nila.

Dinas Kesehatan Kabupaten Pakpak Bharat menjelaskan jug hasil laboratorium, Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan Sanitarian Kit yang dilakukan oleh Sanitarian Puskesmas Sibande dengan 3 parameter dengan hasil Borak (hasil Neg(-)), Formalin (Hasil Neg(-)) dan Pemeriksaan E- Coli masih menunggu.

Guna pemeriksaan selanjutnya dilakukan pemeriksaan sampel makanan dari bank sampel dan sisa makanan penderita yang akan di kirim ke Labkesda Provsu.

Dinas Kesehatan Kabupaten Pakpak Bharat dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara berkoordinasi terkait pengambilan data dan penanganan sementara dugaan alergi makanan MBG di Kab. Pakpak Bharat.

Pihak Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan Faskes setempat agar langsung menangani penderita dan untuk penanganan lebih lanjut serta melakukan penyelidikan epidemiologi dengan Pihak Sekolah SMKN 1 Sibande.

Dinas Kesehatan Kab. Pakpak Bharat sudah mengambil sampel makanan dari Bank Sampel SPPG serta sisa makanan Penderita, berkoordinasi dengan tim Kesling Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan sampel sudah diantarkan ke UPTD Labkesda Provinsi Sumatera Utara untuk diperiksa pada tanggal 20 Agustus 2026.

Editor
: Edi Saputra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Bobby Jenguk Pelajar Korban Keracunan MBG Karo di RS Haji
Komitmen Perkuat MBG, Pemkab Deli Serdang Siapkan Evaluasi
Standar Test Food Wajib di SPPG Polres Toba
Satu Paket Menu MBG di SMAN 6 Medan Ditemukan Seekor Cacing Tanah
 
Komentar