Minggu, 04 Oktober 2026

Pascagempa 5,6 SR di Aceh, KAI Divre I Sumut Pastikan Operasional Kembali Normal dan Jalur Aman

Agus Supratman - Jumat, 24 Juli 2026 14:20 WIB
Pascagempa 5,6 SR di Aceh, KAI Divre I Sumut Pastikan Operasional Kembali Normal dan Jalur Aman
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memastikan seluruh operasional perjalanan kereta api di wilayahnya telah kembali berjalan normal pascagempa bumi bermagnitudo 5,6 Skala Richter (SR) yang mengguncang kawasan Gayo Lues, Aceh, Rabu.(Foto: Humas KAI Divre I Sumatera Utara)

MEDAN | Imagonews ~ PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memastikan seluruh operasional perjalanan kereta api di wilayahnya telah kembali berjalan normal pascagempa bumi bermagnitudo 5,6 Skala Richter (SR) yang mengguncang kawasan Gayo Lues, Aceh, Rabu (22/7/2026).

Langkah tanggap darurat dan pemeriksaan ketat langsung diterapkan guna menjamin keselamatan serta keamanan perjalanan para penumpang.

Baca Juga:

Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan sesaat setelah gempa terjadi pada pukul 11.18 WIB, Pusat Pengendali Operasional Kereta Api (Pusdalopka) langsung mengambil tindakan preventif dengan menginstruksikan seluruh masinis untuk melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) pada pukul 11.20 WIB.

"Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Begitu menerima informasi gempa, kami langsung memberlakukan BLB untuk seluruh perjalanan KA, baik kereta penumpang maupun barang. Pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana segera dilakukan untuk memastikan seluruh lintas benar-benar aman sebelum operasional dilanjutkan," ujar Anwar.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di 41 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues, Aceh, dengan kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami. Guncangan gempa tersebut dirasakan hingga ke wilayah Sumatera Utara, khususnya di Medan, Deli Serdang, dan Sibolga.

Meskipun guncangan terasa di beberapa daerah operasional, KAI Divre I Sumut menerjunkan petugas untuk menyisir dan memeriksa secara detail seluruh infrastruktur perkeretaapian. Pemeriksaan mencakup jalur rel, jembatan, sistem persinyalan, hingga struktur bangunan stasiun.

Baca Juga:

Hasil pemeriksaan visual menunjukkan bahwa guncangan gempa yang berlangsung selama beberapa detik tersebut tidak merusak struktur bangunan stasiun maupun prasarana jalan rel. Layanan kepada penumpang di stasiun pun dipastikan tidak mengalami gangguan.

Setelah seluruh lintas dinyatakan aman tanpa adanya kerusakan atau potensi bahaya, operasional perjalanan kereta api resmi dibuka kembali secara normal pada pukul 12.09 WIB.

Penerapan prosedur BLB tersebut sempat menyebabkan enam perjalanan kereta api mengalami keterlambatan operasional yang berkisar antara 3 hingga 24 menit.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan yang terjadi. Langkah ini merupakan bagian dari prosedur keselamatan operasional yang tidak bisa ditawar demi memastikan prasarana dalam kondisi prima," kata Anwar.

Baca Juga:

Editor
: Edi Saputra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Dari Loket ke Genggaman, 81 Tahun KAI Sumut Ikuti Perubahan Cara Masyarakat Bepergian
Menelisik Jejak Perkeretaapian Sumut Dari Era Lokomotif Uap Hingga Konektivitas Modern
Mengenal BB302, Lokomotif "Endemik" Saksi 56 Tahun Perkembangan Perkeretaapian Sumatera Utara
KAI Sumut Optimalkan Pengelolaan Bangunan Cagar Budaya
Angkutan Peti Kemas KAI Sumut Tumbuh 25 Persen Hingga Agustus 2026
KA Putri Deli Sempat Berhenti Usai Berangkat, KAI Tegaskan Kereta Api Tidak Tergelincir
 
Komentar