Minggu, 19 Juli 2026

36.714 Penumpang Gunakan Face Recognition Boarding Gate di Sumut Selama Triwulan I 2026

Agus Supratman - Rabu, 08 April 2026 17:38 WIB
36.714 Penumpang Gunakan Face Recognition Boarding Gate di Sumut Selama Triwulan I 2026
Penumpang kereta api KAI antri masuk ruang keberangkatan di stasiun.(Foto: Humas KAI Divre I Sumatera Utara)

MEDAN | Imagonews ~ PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat sebanyak 36.714 pelanggan telah menggunakan layanan face recognition boarding gate selama periode triwulan I 2026. Teknologi pengenalan wajah ini menjadi solusi digital untuk mempercepat mobilitas pelanggan di stasiun.

Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan, layanan ini bertujuan mempermudah proses keberangkatan. Pelanggan kini tidak perlu lagi menunjukkan tiket fisik maupun kartu identitas (KTP) saat memasuki area peron.

"Melalui sistem face recognition, pelanggan cukup melakukan pemindaian wajah di boarding gate. Proses verifikasi tiket dilakukan secara otomatis dan jauh lebih cepat dibandingkan metode manual," ujar Anwar.

Baca Juga:
Data KAI menunjukkan rekor penggunaan harian tertinggi terjadi pada Minggu, 15 Maret 2026, yang bertepatan dengan H-7 Idulfitri 1447 Hijriah. Pada hari tersebut, tercatat sebanyak 1.010 pelanggan menggunakan fasilitas ini.

Anwar menambahkan, tren registrasi wajah juga terus meningkat. Sejak tahun 2024 hingga 2026, tercatat sebanyak 242.778 pelanggan telah mendaftarkan data biometrik mereka ke dalam sistem KAI.

Bagi pelanggan yang ingin memanfaatkan layanan ini, pendaftaran dapat dilakukan secara mandiri melalui aplikasi Access by KAI. Selain itu, pendaftaran langsung juga tersedia di Stasiun Medan melalui perangkat registrasi khusus.

"Pendaftaran cukup dilakukan sekali dan berlaku seumur hidup. Setelah terdaftar, pelanggan dapat menggunakan fasilitas ini di seluruh stasiun KAI yang telah menerapkan sistem face recognition boarding gate," jelasnya.

Baca Juga:
Terkait keamanan data, KAI Divre I Sumatera Utara menegaskan, sistem ini telah memenuhi standar internasional ISO 27001 tentang manajemen keamanan informasi. Seluruh data biometrik pelanggan dikelola secara terenkripsi dan terintegrasi dengan data kependudukan dari Dukcapil.

Anwar menjamin, data diri hanya akan digunakan saat proses boarding. Guna melindungi privasi, sistem memiliki fitur penghapusan otomatis.

"Jika dalam waktu satu tahun fitur pengenalan wajah tidak digunakan, maka seluruh data biometrik pelanggan akan terhapus secara otomatis di sistem. Pelanggan juga memiliki opsi untuk mengajukan penghapusan data secara manual jika diinginkan," tegas Anwar.

Selain efisiensi waktu, penerapan teknologi ini merupakan bagian dari komitmen KAI terhadap transportasi berkelanjutan (green transportation). Dengan beralih ke digital, penggunaan kertas untuk tiket fisik dapat ditekan secara signifikan.

Baca Juga:
"Inovasi ini merupakan langkah KAI Divre I Sumatera Utara dalam mengurangi penggunaan kertas yang berdampak pada pengurangan kebutuhan bahan baku kertas. Kami ingin menghadirkan perjalanan yang tidak hanya praktis dan efisien, tetapi juga lebih ramah lingkungan," tutup Anwar.

Editor
: Edi Saputra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
KAI Divre I Sumut Alihkan Seluruh Sarana ke B50
Tiga Anak Rasakan Pengalaman jadi Petugas KAI di Stasiun Medan
Kesadaran Transportasi Aman Meningkat, Penumpang KAI Sumut Tumbuh 5% di Semester I 2026
KAI Divre I Sumut Layani 8.715 Kunjungan Pasien di Klinik Mediska di Semester I 2026
KAI Sumut Layani 140 Ribu Penumpang Selama Libur Sekolah, KA Putri Deli Jadi Favorit
Sepekan Libur Sekolah, KAI Divre I Sumut Layani 58 Ribu Lebih Pelanggan
 
Komentar