MEDAN | Imagonews ~ Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Muhammad Bobby Afif Nasution melantik empat pejabat eselon II atau Kepala Dinas di Pemprov Sumut pada Jumat 2 Desember 2026. Tiga dari empat pejabat yang dilantik merupakan Kadis di daerah. 2 Kadis dari Pemerintah Kota Medan dan 1 dari Pemkab Asahan.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan itu berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu. Wagubsu Surya dan Pj Sekda Sumut Sulaiman Harahap juga menghadiri pelantikan ini."Maka pada hari ini Jumat, 2 Januari 2026 saya Gubernur Sumatera Utara dengan ini secara resmi melantik saudara saudari dalam jabatan yang baru di lingkungan Provinsi Sumatera Utara," kata Bobby Nasution saat pelantikan, Senin (3/11/2025).
Baca Juga:Pejabat yang dilantik adalah Illyan Chandra Simbolon sebagai Kadis Sosial Sumut. Ilyan merupakan Kadis Ketenagakerjaan Pemkot Medan.
Nurbaiti Harahap dilantik sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Sumut. Sebelumnya Nurbaiti merupakan Kadis PMPTSP Pemerintah Kota Medan.
Sedangkan Rahmat Hidayat Siregar dilantik sebagai Kadis Perkim Sumut. Rahmat merupakan Kepala BKAD Pemerintah Kabupaten Asahan.Dengan ini, jumlah pejabat eselon II di Sumut yang berasal dari Medan semakin banyak. Sedangkan yang berasal dari Pemkab Asahan menjadi dua orang.
Baca Juga:Seorang lagi yang dilantik adalah Sri Suriani Purnamawati sebagai Direktur RSJ Prof M Ildrem. Sebelumnya ia menjabat sebagai Direktur RSU Haji Medan. Sri sebelumnya pernah bertugas di tempat yang sama sebagai salah seorang direktur, sebelum diangkat Gubernur Sumut sebelumnya Edy Rahmayadi menjadi Kadis Sosial Pemprov Sumut dan pindah lagi jadi Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pemprov Sumut.
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution melantik empat pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut. Bobby meminta agar pejabat yang baru dilantik bisa kerja lebih cepat dan tepat, terutama dalam penanganan bencana.
Keempat OPD yang dilantik menurut Bobby Nasution memiliki peran yang krusial dalam penanganan pascabencana misalnya Perkim yang ikut menangani pembangunan hunian tetap (huntap), DPMPTSP mengatasi dampak bencana pada perlambatan ekonomi. Sedangkan untuk Dinas Sosial perlunya kolaborasi dengan Kementerian Sosial untuk membantu korban bencana dan RS Jiwa membantu memulihkan mental korban bencana."Saya minta bekerja cepat dan tepat karena kita perlu percepatan terutama dalam pemulihan pasca bencana," kata Bobby Nasution, saat memberikan arahan usai pelantikan eselon II di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (2/1/2026).
Baca Juga:Bobby Nasution mengingatkan, makna kerja kolaboratif yang menjadi tagline Sumut saat ini. Dia meminta kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) memaknainya bukan hanya bekerja bersama, tetapi hasil dari kerja kolaborasi tersebut maksimal dirasakan masyarakat.
"Tahun 2026 banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan, termasuk penyelesaian pascabencana, saya minta tolong memaknai kolaborasi itu kecepatan dan ketepatan," kata Bobby Nasution.
Bobby menegaskan agar adanya pembatasan tender untuk program-program yang memakan waktu lama. Sehingga, program tersebut bisa berjalan maksimal dan bisa dinikmati masyarakat."Maksimal 5 atau 6 bulan (tender) karena kalau kerja di bulan 8 atau 9 masuk musim hujan, enggak selesai itu, kalau bulan 5-6 belum tender kasih bintang saja langsung, karena kerjaannya bisa tidak selesai atau hasilnya buruk," tegas Bobby Nasution.(Edi Saputra)
Baca Juga: