Senin, 20 April 2026

Water Treatment Sat Brimob Polda Sumut Jadi Penyelamat Krisis Air Bersih Pasca Banjir Tapanuli Tengah

Agus Supratman - Senin, 08 Desember 2025 16:23 WIB
Water Treatment Sat Brimob Polda Sumut Jadi Penyelamat Krisis Air Bersih Pasca Banjir Tapanuli Tengah
ANTRI: Sejumlah warga Tapanuli Tengah mengantri untuk mendapatkan air bersih, yagn diturunkan Satuan Brimob Polda Sumatera Utara . (Foto: Sat Brimob Polda Sumut)

TAPANULI TENGAH | Imagonews ~ Ketika banjir dan longsor memutus suplai air bersih di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, warga setempat tak pernah menyangka, pemulihan kebutuhan dasar justru datang dari barisan pasukan Brimob.

Satuan Brimob Polda Sumatera Utara menurunkan Water Treatment Mobile, sebuah perangkat pengolah air lapangan yang selama ini lebih identik dengan operasi militer dan penanganan bencana skala nasional.

Mesin pengolah air itu langsung menjadi pusat perhatian. Sejak pagi, warga membawa jeriken, galon, hingga drum kecil. Mereka rela antre demi mendapatkan air bersih yang selama berhari-hari tidak tersedia. Bukan hanya untuk mandi atau mencuci, tetapi untuk kebutuhan paling mendasar: minum dan memasak.

Baca Juga:
Water Treatment Mobile ini bekerja mengolah air yang sebelumnya tercemar lumpur banjir melalui proses filtrasi dan sterilisasi. Dalam waktu singkat, air keruh berubah menjadi jernih dan siap konsumsi. Inilah yang membuat warga menyebutnya sebagai "penyelamat di tengah krisis air".

Penempatan alat tersebut didasarkan pada kondisi lapangan yang benar-benar darurat. Water Treatment Mobile terutama di wilayah yang paling terdampak dan mengalami kekurangan air bersih. Ini bukan sekadar bantuan teknis, tetapi upaya memastikan masyarakat tetap mendapat air aman konsumsi meskipun jaringan distribusi air belum pulih.

Alat ini beroperasi secara terus-menerus dan mampu menghasilkan air dalam jumlah signifikan setiap harinya, sehingga pemenuhan kebutuhan masyarakat bisa tercapai.

"Kami tidak hanya hadir untuk evakuasi dan pembersihan, tetapi juga memenuhi kebutuhan dasar masyarakat agar tetap bisa bertahan dengan aman dan layak," tambahnya.

Baca Juga:
Keberadaan Water Treatment Mobile di Desa Hutanabolon menjadi angin segar, terlebih wilayah tersebut selama ini mengandalkan sumber air setempat yang kini rusak akibat material banjir. Kehadiran unit penyaring air dianggap sebagai solusi yang tidak sekadar sementara, tetapi sangat relevan untuk fase pemulihan.

Warga pun memberikan apresiasi langsung atas bantuan tersebut. Sejumlah ibu rumah tangga menyebutkan bahwa air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak setelah banjir surut. Anak-anak yang sebelumnya kesulitan mandi kini dapat kembali menjalani aktivitas normal.

Selain pendistribusian air bersih, personel Brimob juga membantu menyiapkan tempat penampungan sementara dan mengatur distribusi secara teratur agar setiap rumah mendapatkan suplai sesuai kebutuhan.

Meski terlihat sederhana, langkah ini dinilai sangat berdampak. Di tengah kondisi pasca bencana di mana listrik dan sejumlah fasilitas lain belum pulih sepenuhnya, kehadiran teknologi pengolah air lapangan milik Brimob menjadi simbol hadirnya negara dengan cara yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:
Dengan respons cepat, tepat, dan terukur ini, Sat Brimob Polda Sumut memperlihatkan bahwa kemanusiaan bukan hanya soal kehadiran fisik, tetapi menghadirkan solusi nyata di titik paling krusial—dimana masyarakat benar-benar membutuhkan.(Agus S)

Editor
: Edi Saputra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Ketua DPW PKS Sumut Ingatkan Anggota DPRD untuk Meningkatkan Pelayanan Publik
Gubernur Sumut Lepas Pemudik Program Mudik Gratis dengan Kereta Api di Stasiun Medan
Wagub Sumut Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Daerah di Hadapan Menko Polkam
Gubernur Bobby Nasution Lantik 308 Pejabat Pemprov Sumut, Ingatkan Jangan Ada Pungli
Masuki “Era of Ultimate Excellence”, USU Menatap Panggung Global
Lantik Wakil Rektor dan Sekretaris Universitas, Rektor USU Ingatkan Pentingnya Kerja Keras dan Integritas
 
Komentar