JAKARTA | Imagonews ~ Pemerintah mempercepat transformasi ekonomi nasional kian nyata. BPI Danantara Indonesia (Danantara Indonesia) secara serentak memulai groundbreaking enam proyek hilirisasi strategis di 13 lokasi di Indonesia dengan total investasi fantastis mencapai US$7 miliar.
Hal ini menandai dimulainya fase I proyek prioritas hilirisasi nasional yang terintegrasi lintas sektor, mulai dari energi, pangan, mineral, hingga logam sekaligus menjadi fondasi penguatan industri nasional dan pengurangan ketergantungan impor. Sedikitnya 6.000 tenaga kerja langsung diproyeksikan terserap dari proyek-proyek tersebut.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani menegaskan, hilirisasi merupakan agenda strategis Presiden Republik Indonesia dan menjadi fokus utama Danantara dalam mendorong ekonomi bernilai tambah tinggi.
Baca Juga:
"Hilirisasi bukan sekadar proyek industri, tetapi mesin penggerak ekonomi nasional. Inilah tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing global," tegas Rosan, Rabu, 11 Pebruari 2026.
Sejalan dengan agenda tersebut, MIND ID bersama Inalum dan ANTAM meresmikan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit, alumina–aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat.
Smelter aluminium berkapasitas 600.000 metrik ton per tahun SGAR Fase II dengan kapasitas 1 juta metrik ton alumina per tahun, proyek strategis nasional ini menjadi game changer. Nilai tambah melonjak hingga 70 kali lipat dari bauksit mentah seharga sekitar US$40/MT, menjadi US$400/MT saat diolah menjadi alumina, hingga US$2.800–US$3.000/MT ketika menjadi aluminium.
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin menyebut, proyek ini akan memperkuat produksi aluminium nasional dan secara signifikan menekan impor."Saat smelter beroperasi penuh, cadangan devisa diperkirakan melonjak 394 persen, dari Rp11 triliun menjadi Rp52 triliun per tahun. Industri dalam negeri pun mendapat kepastian pasokan bahan baku,"sebut Maroef.
Baca Juga:
Selain meningkatkan devisa, proyek ini memperkokoh ketahanan mineral nasional dan memperkuat rantai pasok industri manufaktur dalam negeri. "Ini adalah kontribusi nyata Grup MIND ID dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat ekonomi, dan menjaga kedaulatan negara di sektor mineral,'' ungkap Maroef.
Saat peresmian turut dihadiri Gubernur Kalimantan Barat, Anggota DPR RI Komisi XII, Bupati Mempawah, Raja Mempawah XIV, Dewan Adat Dayak, serta jajaran direksi dan komisaris MIND ID, ANTAM, Bukit Asam, Inalum, dan PT Borneo Alumina Indonesia.
Danantara Indonesia bersama BUMN berkomitmen untuk mengeksekusi proyek hilirisasi secara disiplin, tepat waktu dan berdampak langsung bagi perekonomian nasional, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia.
Baca Juga: